Salam. Lama jugak rasanya aku tak melakar luahan jiwaku disini. Sibuk mungkin? So, apakah relevannya coretanku kali ini dengan tajuk diatas? Mungkin aku sekadar merasa terpanggil untuk mengetik kekunci yang ada di laptop yang kupinjam dari kakak ku ini dan menukilkan tentang cinta.
Cinta. Terlalu universal. Bahkan hampir setiap emosi manusia pasti bertaut tentang cinta. Bahagia? Derita? Suram? Ceria? Namakan apa saja, pasti akhirnya terkait dengan isu cinta. Jadi apakah yang akan aku bebelkan disini?
Andai kamu mencintai dirinya, apa yang patut kamu lakukan untuk membuktikannya? Perlukah cinta dibuktikan, atau sekadar dirasai oleh hati sang pencinta dan yang dicintai sahaja?
Aku bukanlah pencinta terhebat didunia, sehebat para Anbia’ mencintai penciptanya. Tapi aku juga pernah dan sedang merasakan sebuah yang kuat, cukup kuat untuk membuat aku mahu terus hidup dan berharap untuk hidup lebih lama agar aku dapat menikmati pemberian ini, dan cukup kuat juga untuk membuatkan aku tertunduk lesu dikala aku tewas dalam permainan ini. Gumpalan emosi yang bercampur-campur dalam perjalanan aku menerokai cinta menjadikan aku ini diriku yang sekarang.
Aku mencintai tuhanku Allah, junjunganku Rasulullah, Almarhum ayahku, bondaku, kekasihku, saudara kandungku, keluargaku dan teman-temanku. Namun ada persoalan yang selalu ku tanyakan pada diriku. Apakah mereka mencintai aku? Apakah mereka merasakan cintaku? Dan apakah wajar aku dicintai mereka juga?
Gumpalan emosi ini semakin menggebu. Huh!