14
Jan
08

Dia

Dia,

Mengajar aku terbang persis sang Pheonix yang bangkit dari abu,

Memberi aku sebuah pengharapan atas kekecewaan yang lalu,

Membentuk aku untuk melihat sebuah keindahan disebalik setiap keburukan,

Mendidik aku bersyukur atas sebuah kecelakaan,

Membangkitkan aku dari sebuah kematian,

Mempersembahkan aku kegembiraan dari sebuah kedukaan,

Mendirikan kekuatanku atas sebuah kekalahan,

Menjinakkan aku dari sebuah kedegilan.

Dia?

Adalah nafasku…yang bisa ada, bisa pergi.

Ada dan tiada bisa pengaruhi kerukunan sistem tubuhku dan penaakulanku.

Dia?

Pelengkap segala kekuranganku.

Ya, memang dia.




3 Responses to “Dia”


  1. 1    Nisa January 17, 2008 at 7:10 am

    AKU? =P

  2. 2    StixX January 21, 2008 at 9:34 pm

    bila mau perkenalkan DIA? :D

  3. 3    KoBe January 23, 2008 at 11:30 am

    Jawapan untuk Nisa = hehehehehehehe…..

    Jawapan untuk StixX = hehehehehe jugak…..

Leave a Reply