Archive for January, 2008

31
Jan

Al-Fatihah (buat Loloq)

Allahyarham Rosli Khamis (Loloq) telah meninggalkan kita. Sekarang aku kehilangan seorang lagi yang memberikan kesan yang sangat kuat dalam berkarya, dan sedikit sebanyak dalam kehidupanku juga. Aku tak kenal dia, tapi aku kenal hasil karya tulisannya yang sentiasa dekat dihati aku.

Moga kau ditempatkan di tempat orang-orang yang dikasihi-Nya. Insya Allah.

Al-Fatihah.

25
Jan

Tak Bertajuk 4

AKU

Aku kehabisan kata-kata untuk memuji dan memuja dirinya.

Aku juga ketandusan idea untuk mengarang bait-bait puisi indah untuk mengkagumi keberadaan dirinya.

Aku juga tak pernah bosan mengungkap kata-kata klise’ untuk mengungkap rasa yang terperam dan mula berbau didalam hati ini.

DIA

Dia tak pernah meminta untuk dirinya dipuji dan dipuja.

Dia tak pernah meminta aku karangkan bait-bait puisi indah untuk mengkagumi keberadaan dirinya.

Dia tak pernah bosan dengan kata-kata klise’ yang aku ungkapkan biarpun berjuta kali.

MEREKA

Mereka takkan bisa memberikan apa yang aku perlukan dari mereka. Pemahaman…

24
Jan

Pengertian namanya…

Bisa memberi bermacam erti.

Nafasku…

Darahku…

Jantungku…

Nyawaku…

Ragaku…

Mutiaraku…

Kemanusiaanku…

Cintaku…

Biar tak punya erti yang nyata, tapi bisa punya sejuta pengertian yang hanya aku yang mengerti.

23
Jan

Komen dari Ramadhan…

Aku dapat komen baru dari Ramadhan, tentang kawen ni la. Kalau dilihat secara kasarnya, kelihatan seperti melawak (sebab Dhan ni memang suke buat lawak). Tapi kalau dinilai secara halus, dalam pengertiannya.

Berbicara tentang perkahwinan (nikah la, ikut bahasa rasmi aku) memang mengundang seribu reaksi dan respon. Aku nak bernikah dengan "dia" dan aku juga berharap "dia" sudi menerima ajakan dari aku. Cuma persiapan diri aku masih belum cukup sempurna dan aku belum cukup bersedia untuk menjadi pengemudi bagi bahtera yang baru ni.

Tambah lagi bila bertemu dengan kebanyakan rakan-rakan yang dah mendirikan rumahtangga, persepsi aku jadi berubah-ubah. Walaubagaimana pun, aku rasa "dia" mampu membahagiakan hari-hariku yang bakal mendatang…Insya Allah.

Bila aku akan nikahi "dia"? Ada duit, jalan terus. Hehehehe.

Oya Dhan, selamatlah kau lalui lembaran baru dalam hidup kau. Moga kebahagiaan kau berkekalan sampai ke akhir hayat.

Dan Shinju, kita serahkan segala-galanya di tangan Yang Maha Kuasa. Dia maha mengetahui segala-galanya dan berdoalah moga aku dan kamu disatukan dengan keberkatan dan keredhaan-Nya.

Insya Allah.

14
Jan

Dia

Dia,

Mengajar aku terbang persis sang Pheonix yang bangkit dari abu,

Memberi aku sebuah pengharapan atas kekecewaan yang lalu,

Membentuk aku untuk melihat sebuah keindahan disebalik setiap keburukan,

Mendidik aku bersyukur atas sebuah kecelakaan,

Membangkitkan aku dari sebuah kematian,

Mempersembahkan aku kegembiraan dari sebuah kedukaan,

Mendirikan kekuatanku atas sebuah kekalahan,

Menjinakkan aku dari sebuah kedegilan.

Dia?

Adalah nafasku…yang bisa ada, bisa pergi.

Ada dan tiada bisa pengaruhi kerukunan sistem tubuhku dan penaakulanku.

Dia?

Pelengkap segala kekuranganku.

Ya, memang dia.