Kota ini sentiasa tersenyum. Kota ini juga sentiasa mendakap sesiapa saja yang datang. Mungkin aku keterlaluan, tapi inilah yang aku rasakan. Kota Bandung sememangnya satu-satunya destinasi yang mampu membuat aku tersenyum dikala aku berpijak dibuminya. Kemesraan bisa dirasakan dikala aku berjalan ditempat itu.
Tanggal 31 Disember 2005, kota itu memeluk aku. Bayu bumi Bandung sememangnya nyaman, mendamaikan dan menenangkan diriku. Seketika aku terlupa akan segala masalah yang berlegar dalam kepala dikala aku disana. Seakan aku berada dimasa silam sewaktu aku melewati jalan dikota itu. Segalanya amat menenangkan.
Banyak yang bisa aku temui, rasai dan pelajari dari bumi bertuah itu. Terasa kemanusiaan aku hidup kembali disana. Appresiasi aku terhadap kehidupan juga berkembang mekar dibumi itu. Dan kenangan ini akan terus segar selagi aku mampu menyegarkannya. Biarpun banyak hal yang buruk yang pernah aku dengarkan sebelum aku kesana, nyatanya tak semua keburukan itu mampu menghakis cinta aku pada kota itu.
Apakah aku yang tak matang dalam menyatakan penghargaan aku terhadap kota itu? Persetankan semuanya. Yang pasti, aku juga telah jatuh cinta pada kota itu.
Bandung, I’m in love with you.